Hampir Saja Aku Terjebak Permainan Pelaku Hipnotis

Bukan Pencuri Hati Kemarin, aku sedang menikmati malam di kafe kecil dan terpencil di Kota Bogor. Kafe itu sudah menjadi rumah kedua b...

Bukan Pencuri Hati
Kemarin, aku sedang menikmati malam di kafe kecil dan terpencil di Kota Bogor. Kafe itu sudah menjadi rumah kedua bagiku. Sepulang kerja, aku mampir ke kafe itu dan menghabiskan malam di sana, kemudian balik kembali ke kosan dan mengistirahatkan jasad yan perlu rehat sejenak.

Ketika aku sedang asik membuka laman web langganan-ku yang berisi tulisan-tulisan yang menjadi santapan otak-ku, tiba-tiba saja nomor tidak dikenal tertampil pada layar smartphone-ku, melakukan panggilan masuk. 

Aku tidak ingat dan tidak mengenali nomor siapa itu. Aku mengangkatnya, mendengar tegur sapa dari seseorang di seberang sana. Aku coba mengenali jenis suara seseorang yang ada di ujung telepon itu. Aku teringat dengan seseorang yang baru saja aku kenal. 

Berkata-lah aku, "Mas Gumi?", dia menjawab, "iya". Sesaat kemudian dia melanjutkan perbincangan yang sebelumnya aku sudah mengenali perbincangan ini adalah modus yang seringkali dipakai para penipu untuk menjalankan aksinya. Sempat terjebak tipuan, tapi segera tersadarkan. Pria di seberang sana adalah penipu yang mencoba memainkan trik modusnya pada-ku. 

Pria itu berkata bahwa dia sedang ditilang polisi, dia tak membawa surat-surat lengkap kendaraannya. Aku coba mengikuti permainannya sampai sejauh mana. Dia meminta bantuanku. Seperti modus kebanyakan agar dipercaya, aku disuruh untuk berbicara dengan polisi itu. Sebelum dia memberikan teleponnya kepada seseorang yang berperan menjadi 'polisi', bertanya padanya, bahwa aku ragu. 

"Mas, maaf sebelumnya. Bisa jelaskan jenis kendaraannya? saat ini saya ragu" ujar-ku. Jujur, aku tidak ingin mengikuti permainan lebih jauh. Aku teringat bahwa malam ini aku ingin bersantai menikmati malam dengan membaca, menulis dan menonton video-video di youtube. Menikmati internet gratis yang super kencang, jika tidak hujan lebat mengguyur.

"ragu gimana? maksudnya kendaraan mobil atau motor gitu? sekarang ngga usah bahas itu dulu deh. Bantu mas dulu ini bicara sama polisinya." balasnya dengan sedikit gelagapan seolah sedang tertangkap basah.

"iya mas, cuma biar ilangin keraguan ini aja. Kendaraannya apa dan jenisnya apa." aku menanyakan ini sebetulnya coba meyakinkan bahwa orang di seberang bukan orang yang sedang aku pikirkan dalam kepala. Kebetulan aku ingat kendaraan jenis apa yang dimiliki oleh seseorang yang sedang aku pikirkan. Jadi, aku menanyakan ini mencoba memvalidasi bahwa pria ini bukan dia.

"udah deh ya, kamu kenapa bahas beginian? kamu ragu sama mas? udah ngga usah bantu-bantu mas lagi ya, ngga usah hubungi mas lagi ya." katanya dengan kecepatan setara seperti freestyle bang alex sang rapper nomor satu di Dunia. "Dasar monyet!!!" lanjutnya di akhir kata sebelum dia memutuskan panggilan telephone itu.

Dan aku kembali melanjutkan aktifitas-ku. Menyendiri di tengah keramaian. Membaca, menulis, menyaksikan banyak video di youtube dan sesekali menyeruput kopi sedikit demi sedikit.

Aku ingin memberikan sedikit pengetahuan saja untuk kalian yang sedang membaca, jika kalian belum tau. Tapi untuk kalian yang sudah tau, mungkin ini lebih sebagai ke pengingat buat diri apabila ini terjadi.

Jika ada nomor yang tidak dikenal menelepon kalian, janganlah coba menebak siapa orang diseberang sana. Tanyalah dia siapa. Pokoknya, kalian jangan sampai menyebutkan sebuah nama orang yang kalian kenali. Meski suaranya rada mirip dengan seseorang yang kita kenali.

Ini adalah trik mereka para penipu. Inilah trik mereka pelaku hipnotis. Mereka akan memainkan alam bawah sadar kita. Pria itu (yang mencoba menipu-ku), memainkan suaranya dan memainkan alam bawah sadarku. Tanpa memberitau dia siapa dan berbincang padaku dengan suara yang tentunya sudah direncanakan, aku terjebak dalam permainan alam bawah sadarnya. Aku mencari seseorang yang aku kenali dan menyebutkan nama seseorang itu. 

Setelah terjebak, baru masuklah dia ke tahap selanjutnya, yaitu menceritakan masalahnya yang ujung-ujungnya meminta bantuan. Jauh lebih dalam jika aku mengikuti permainannya, maka dia akan meminta transfer sejumlah uang.

Tapi, sebelum masuk lebih dalam, aku sudah sadar lebih dulu bahwa dia sedang menipu. Memainkan alam bawah sadarku. Untung saja aku sudah mengenali jenis modus penipuan ini sejak aku masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Sungguh tidak kreatif sekali para pelaku di industri tipu menipu ini. Dari dulu modusnya selalu ditilang, menyuruh berbicara dengan polisi, kemudian meminta transfer sejumlah uang, atau minimal mengganti pulsa.

Inilah trik para pelaku pencuri yang sering kita sebut dengan hipnotis atau gendam. Ini berlaku baik di telephone ataupun secara langsung. Dia menyapa dan memainkan alam bawah sadar kita yang mencoba mencari sebuah nama yang kita kenali. Setelah menyebutkan nama itu, maka dia melanjutkan aksinya. 

Pelaku yang memainkan trik ini secara langsung biasanya memulai dengan menepuk bahu dan menyapa dengan gaya sok akrab. Dan kita secara tidak sadar coba mencari sebuah bayangan wajah yang mirip dengan seseorang yang pernah kita kenali. Ketika nama itu disebutkan, maka seperti yang sudah aku sebutkan, dia akan melanjutkan pada tahap selanjutnya.

Intinya, jangan terjebak dalam permainan mereka. Bila ada orang tak dikenal menyapa baik di telephone ataupun secara langsung, jangan pernah coba menyebutkan sebuah nama. Biarlah dia yang mengenalkan dirinya sendiri pada kita.

Sekian yang bisa aku bagikan dalam postingan ini. Semoga bermanfaat dan menjadi pengingat bagi yang membacanya.

1.14am, 7 Desember 2016.
@ Kosan, Bogor Kota Hujan.

Untuk berkomunikasi dengan aku, bisa follow akun twitter @dayatpiliang dan akun instagram @dayat.piliang

sumber gambar: agatanarita.wordpress.com

You Might Also Like

4 komentar

  1. Aku pernah bbrp kali mengalami, dan aku langsung sadar bhw dia mau menipu, kadang kalau lagi males, segera aku cut dgn pertanyaan dia tak punya jawabannya, atau jika dia coba jwb pasti salah/ngaco.
    Tapi aku kadang menyesal, kenapa aku tidak perpanjang saja pura2 tertipu hingga batas hampir transfer uang, dan pura2 sdh transfer, utk kerjain penipu itu... haha kan seru...

    ReplyDelete
    Replies
    1. seru memang, tapi sayang kemarin aku tidak punya waktu untuk melayani orang seperti itu. makanya aku tanyakan saja dia dengan pertanyaan yang jelas tidak bisa dia jawab. dan, selesailah perbincangan.

      Delete
  2. Bersyukur banget mas :) Mungkin ada sesuatu yang menyebabkan mas tidak jadi ketipu ? apa mungkin pelajaran yang mas dapet dari kisah pencurian yg sebelumnya sehingga membuat Tuhan menunjukkan kuasanya kali ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hamdalah hehe

      sebetulnya aku sudah paham trik macam ini. tapi mungkin kemarin itu aku kurang fokus dan langsung terjebak dalam permainan alam bawah sadarnya. jadi, aku mencari nama seseorang yang aku kenal mirip, hingga dia-pun meng-iyakan bahwa dia orang yang aku kenal itu.

      tersadar ketika modusnya ditilang polisi dan disuruh bicara sama polisi. dulu ketika sekolah menengah pertama, aku sempat mendapat telephone seperti ini. aku layani berpuluh menit dan aku akui padanya bahwa aku masih anak smp, dan dia memutuskan telephone-nya.

      dari pengalaman juga dan dari beberapa pengetahuan tentang hypnotheraphy dari pakarnya.

      btw, baca cerita aku yang sebelumnya yah, haha makasih yah

      Delete

Silahkan berikan komentarmu

Powered by Blogger.