Balada Anak Kos di Rezim Jokowi

Sesuai dengan judulnya 'Balada Anak Kos' pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan cerita menyedihkan anak kos di rezim Jo...


Sesuai dengan judulnya 'Balada Anak Kos' pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan cerita menyedihkan anak kos di rezim Jokowi, dalam tulisan ini saya tidak mewakilkan keseluruhan anak kos, ini murni dari apa yang saya alami.

Kita bisa melihat pada rezim Jokowi ini banyak kekacauan terjadi, awalnya saya mengira kekacauan dan keributan di negeri ini selesai sampai pemilu saja, namun kekacauan dan keributan ini berlanjut sampai ke rezim Jokowi, rakyat masih ribut antara kubu satu dengan yang lainnya, hanya ribut, tanpa ada memberikan solusi kepada negara.

Mungkin disini saya lebih mekritik bapak Jokowi dengan tulisan yang tak begitu bagus, benar-benar ragu diri saya untuk mengkritik bapak Jokowi, nanti ada saja yang marah, ada saja dari mereka yang berkata, 'Udah melakukan apa untuk negara?, bisa gak kamu mimpin negara?' pasti banyak perkataan seperti itu menyerang diri saya, tapi itu bukanlah masalah, setidaknya saya bisa meluapkan uneg-uneg saya dalam sudut pandang anak kos, toh ini negeri yang bebas berpendapat kan?

Saya menjadi anak kos hampir empat tahun, dulu saya tinggal di bali, namun baru-baru ini saya memilih kota bandung untuk tempat tinggal, saat ini saya berstatus pengangguran yang berusaha mencari pekerjaan yang halal dan layak, tentunya sesuai dengan kemampuan yang saya miliki. Karena berstatus anak kos dan penggangguran, maka saya harus mengatur keuangan dengan sebaik-baiknya, jangan sampai kebocoran terjadi pada sistem perekonomian saya. Sungguh sulit memang, banyak beberapa cara saya untuk meminimkan pengeluaran pribadi, kesulitan ini karena nafsu untuk menikmati jajanan kuliner yang lezat tak bisa saya tahan, memang benar, musuh yang paling berat untuk dilawan adalah nafsu, bisa jadi karena nafsu inilah banyak orang-orang yang merampas yang bukan haknya, seperti para maling executive yang ada pada gedung pemerintahan negara.

Mungkin ada beberapa anak kos yang nasibnya sama seperti saya, saya bersyukur bisa berusaha melaluinya dengan baik, walau masih dalam kondisi kesulitan, itu bukan suatu masalah, kesulitan yang terjadi dalam hidup untuk melatih diri agar kuat, sekadar informasi saya kepada kalian, saya makan hanya satu kali dalam sehari, itupun menikmati sajian yang ada pada warteg dekat kos.

Pada rezim SBY yang menurut saya pribadi normal-normal saja kehidupan saya tidak terlalu bagus sebagai anak kos, masih tetap harus berhemat. Namun pada rezim Jokowi, kesulitan semakin menimpa diri saya, pemerintahan Indonesia Hebat ini membuat saya yang berstatus anak kos yang pengangguran semakin tercekik, bagaimana tidak, sebelumnya makan satu hari sekali dengan porsi yang membuat perut kenyang sampai malam, kini pada rezim Jokowi semua harga naik, warteg dekat kos mengurangi porsinya, tidak lagi banyak, dan pemilik warteg juga menjadi perhitungan, saat minta dibanyakin dikit nasinya atau sambalnya, beliau mengatakan 'Harga mahal!' sungguh tragis, sebelumnya makan sekali bisa bertahan sampai malam, kini tidak lagi, malam belum tiba, perut kembali lapar, hanya air yang bisa saya konsumsi.

Beda dengan warteg, tarif angkotpun ikutan naik karena BBM naik, walaupun bagi orang-orang kelas atas naiknya tarif angkot tak terlalu besar, tapi bagi saya yang berstatus anak kos dan pengangguran itu sungguh menyulitkan hidup, naik 500 perak saja memaksa saya untuk selalu menghitung perekonomian pribadi (maklum belum ada menteri perekonomian/istri), uang receh sekecil apapun begitu saya hargai, untuk membayar tarif angkot yang naik.

Sungguh, semakin sulit hidup di rezim Jokowi, saya saja sudah merasa sulit, apalagi mereka yang tidak seberuntung hidup saya, karena saya meyakini diantara susah masih ada yang lebih susah, masih banyak yang hidupnya lebih susah dari saya, jika saya merasa kesulitan dengan keputusan yang dibuat pemerintahan Jokowi, apalagi mereka ya?

Semoga saja Tuhan selalu berpihak kepada kita semua, dan semoga saja orang-orang yang duduk dalam pemerintahan yang katanya akan membuat Indonesia Hebat itu tersadarkan dan menepati janji-janji yang telah diucapkan, setidaknya jangan sampai janji yang diucapkan menjadi omong kosong dan perkataan dusta untuk meraih kursi tahta untuk bergaya dan untuk kaya.

======================================================

Semoga tulisan saya bisa memberikan manfaat kepada Anda, temui saya di social media;
Twitter: @dayatpiliang
Facebook: Dayat Piliang
Instagram: dayat.piliang

You Might Also Like

0 komentar

Silahkan berikan komentarmu

Powered by Blogger.