Mencoba Serius Untuk Membuat Novel Pertama

Riset Senin yang menyenangkan dengan suasana kerja yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Bukan, bukan mendapat jabatan baru, bukan...

Riset
Senin yang menyenangkan dengan suasana kerja yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Bukan, bukan mendapat jabatan baru, bukan dapat ruangan baru, atau mendapat pekerjaan baru. Hari ini, aku resmi berdamai dengan seseorang wanita rekan kerja yang sudah cukup dekat dengan-ku yang kini menjadi kakak-kakak-an aku.

Ciaelah kakak-kakak-an apa kakak-kakak-an? 

Apaan sih, jangan bikin pembaca jadi salah paham dong! ehehehe

Sebelumnya memang ada sedikit konflik antara aku dengannya, tapi kini aku dan dia sudah resmi berdamai dengan saling menurunkan ego kita masing-masing. Terutama diri-ku yang beberapa waktu lalu entah kenapa bersifat sangat ke-kanak-kanakan. Aku mengabaikan ego-ku untuk sementara dan mengajukan perdamaian melalui jaringan telepon whatsapp. Karena memang saat itu aku sedang dinas keluar di Jakarta, sedang-kan dia berada di kantor dengan pekerjaannya yang begitu rieweh.

Sepulang dari rutinitas kerja hari ini, aku-pun pulang menuju kosan-ku. Mengambil laundry-an yang sudah selesai diproses, kemudian mandi dan bertegur sapa dengan teman-teman sepergaulan kosan yang kebanyakan dari mereka adalah perokok. Rada kegangung dan sesak juga pernapasan.

Sebelumnya, aku sudah meniatkan hari ini berkunjung lagi ke Rs. Mitra Keluarga, Depok.

Siapa yang sakit? bukan aku. Kemarin, papah-papahan aku yang tentunya papah kandung dari kakak-kakak-an aku memutuskan untuk minta dirawat di rumah sakit setelah beberapa minggu berbaring di kasur rumahnya dengan kondisi badan yang semakin melemas akhir-akhir ini. Papah-pun akhirnya di rawat di Rs. Mitra Keluarga, Depok. Untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Kemarin sih aku sudah mendampingi papah dari ba'da isya hingga pukul setengah dua belas malam dan pulang setelah itu pulang ke Bogor dengan mengendarai motor atasan yang diizinkan aku memakainya sementara, entah kapan akan dikembalikan. hehehe

Hari ini, aku punya dua niatan dalam hati-ku kenapa aku kembali ke Rs. Mitra Keluarga, Depok, tempat papah-papah-an aku dirawat. Niat pertama tentu membesuk papah, melihat perkembangannya. Niatan kedua ialah, riset untuk bahan tulisan. 

Dari dulu, aku ingin sekali menulis novel-ku sendiri. Dan dulu, aku belum berani untuk mulai membuatnya. Bukannya tidak berani, lebih tepatnya sudah stress akut memikirkan bagaimana merangkai kata menjadi sebuah cerita yang menarik dan mampu mengaduk-aduk emosi pembaca. Segala macam teori dari blog-blog pribadi penulis novel aku lahap semuanya dan tetap saja aku tak bisa merangkainya menjadi sebuah cerita.

Belakangan ini, aku mulai berniat dan mencoba berpegang teguh dengan niatan ini. Aku harus bisa menuliskan novel pertamaku. 

Dan tak hanya niat saja, aku-pun mencoba berusaha dengan berbagai cara. Membaca segala macam teori menulis. Perbanyak membaca novel-novel dari berbagai penulis. Dan yang terakhir, aku coba memberanikan diri untuk melakukan riset untuk bahan tulisan. Dimana, aku merasakan suasana di suatu tempat dan mencoba menuliskannya, atau menanyai beberapa orang tentang profesi, atau hal lainnya yang bertujuan untuk mendukung menguatkan cerita.

Di RS. Mitra Keluarga ini, aku melakukan riset suasana sekitar. Dan untuk beberapa hal tentang bagian-bagian rumah sakit aku pelajari dari google. Karena aku nggak berani menanyakan langsung para dokter atau suster di RS ini. Aku sadar diri, mereka sibuk, hilir mudik tiada henti, melayani pasien dengan sepenuh hati.

Setidaknya, aku sudah mulai melangkah mengusahakan diri untuk melakukan riset untuk sebuah tulisan. Mungkin satu atau dua tahun lagi aku akan menyelesaikan novel pertama-ku. Aku ingin mencoba maksimal dalam pembuatannya.

Biasanya sih, aku menulis buku-buku, hanya ditargetkan waktu penulisan dengan deadline 30 hari saja. Bayangin coy, 30 hari saja. Buku pertama, untung saja dikerjakan bersama beberapa orang penulis. Buku kedua aku lumayan banyak menulis dan sebagian lagi ada berisi cerita dari followers.

Itu buku ya, bukan novel. hehe
Dan aku sangat-sangat berharap, bisa menjadi penulis novel yang karyanya sangat diminati banyak orang dan juga berharap karya-ku diterjemahkan dalam berbagai bahasa karena kualitas penulisannya dan jalan ceritanya yang sangat pantas disebarkan keberbagai negara di Bumi ini. Atau kalau bisa, di luar planet bumi ini juga menikmati karya tulisku.

Sekianlah cacatan manusia bodoh yang perlu banyak belajar.
Tulisan ini aku buat di dalam kamar RS. Mitra Keluarga ruang Gladiola dengan daya batre yang sudah sangat amat sekarat. Ya sudah deh, semoga ada manfaatnya catatan harian-ku kali ini.

Terima kasih sudah sudi membacanya, ahahaha

You Might Also Like

0 komentar

Silahkan berikan komentarmu

Powered by Blogger.