Bercak Sebelah Mata Yang Membuat-ku Takut

Bokeh Tau lagu 'Sebelah Mata' dari Efek Rumah Kaca? itu adalah salah satu lagu yang membuat air mata-ku menetes secara tiba-ti...


Bokeh

Tau lagu 'Sebelah Mata' dari Efek Rumah Kaca? itu adalah salah satu lagu yang membuat air mata-ku menetes secara tiba-tiba. Jika-pun tidak, lagu ini tetap berhasil membuat mata-ku berkaca-kaca.

Memang, ini bukan lagu cinta yang menyedihkan kisahnya. Berikut aku tuliskan di sini lirik fullnya.

Sebelah mata-ku yang mampu melihat
bercak adalah sebuah warna-warna mempesona
membaur suara dibawanya kegetiran
begitu asing terdengar

Sebelah mataku yang mempelajari
gelombang kan mengisi seluruh ruang tubuh-ku
terbentuk dari sel akut dan diabetes adalah
sebuah proses yang alami

tapi sebelah mata-ku yang lain menyadari
gelap adalah teman setia
dari waktu-waktu yang hilang

Singkat cerita tentang lagu ini yang berhasil aku kumpulkan dari beberapa situs internet. Katanya lagu ini diperuntukkan untuk sang Bassist bernama Adrian yang katanya sebelah matanya mulai kabur penglihatannya dan muncul sebuah bercak-bercak di matanya. Beberapa cerita mengatakan, lagu ini diciptakan sendiri oleh sang Bassist untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya.

Di luar dari cerita itu, aku-pun punya cerita tersendiri ketika sebelah mata-ku muncul sebuah bercak yang membuat diri-ku benar-benar dilanda ketakutan yang luar biasa. Sebelumnya, mata-ku juga minus. Tapi bercak itu berbeda jauh dari efek minus mataku. Aku takut, aku tak bisa melihat lagi seperti biasanya. Aku takut aku tak bisa melihat dunia yang indah ini. Aku takut tak bisa melihat orang-orang yang aku sayangi. Aku takut tak bisa melihat apapun dan aku, hanya berteman gelap setiap hari.

Dalam lirik lagu 'Sebelah Mata' dari Efek Rumah Kaca ini, ada sebuah kata Diabetes. Dan tentulah lagu ini menceritakan tentang penyakit diabetes yang efeknya juga bisa menimbulkan kerabunan-muncul bercak-bercak di bola mata. Tapi beruntunglah, saat itu aku tak divonis dokter terkena penyakit diabets.

Aku baru mendengar dan meresapi lagu ini baru sekitar 3 bulan yang lalu. Belum lama.

Dan seketika, aku menangis. Aku jadi teringat kejadian 2 tahun lalu. Kejadian itu terjadi saat aku baru-baru tinggal di Kota Bandung. Sebuah kejadian yang membuat-ku benar-benar panik dan ketakutan yang luar biasa. Takut mata-ku buta.

Bagaimana tidak. Bayangkan saja, aku terbangun dari tidur panjang-ku. Dan sebelah mata-ku, penglihatannya kabur. Jika kalian belum bisa membayangkan, kabur-nya seperti blur dalam lensa kamera DSLR, tapi lebih kasar lagi. Tak selembut itu. Bahkan jauh lebih kasar. 

Pertama, aku mengira, ini mungkin efek dari tidur panjang setelah begadang. Aku coba kucek-kucek sedikit sebelah mata-ku yang penglihatannya kabur dengan sebuah bercak yang hampir menutupi seluruh penglihatan di sebelah mata-ku. Dan, tak hilang. Aku ulangi lagi, aku kucek-kucek lagi sebelah mata-ku. Tetap, tak ada yang berubah. Aku benar-benar panik dan ketakutan.

Karena aku tak bisa meng-ekspresikan sebuah kepanikan dan ketakutan, jadi hanya perasaan hati-ku saja yang merasakan itu semua.

Ingin konsultasi dengan dokter mata, eh uang-ku sudah hampir habis. Dan aku-pun coba googling tentang apa yang aku rasakan pada sebelah mata-ku. Bukan ketenangan yang didapat, malah menimbulkan ketakutan yang menjadi-jadi. Aku di vonis berbagai macam penyakit yang mengerikan. Dan pastinya, ancaman yang ada ketika googling adalah, Kebutaan permanen. Oh God!

Kembali pada lagu Sebelah Mata dari Efek Rumah Kaca. Aku mencoba lebih mensyukuri apa yang terjadi. Mari kita anggap saja lagu Sebelah Mata itu ciptaan sang Bassist yang sedang mengungkapkan apa yang sedang dirasakannya. Betapa tabahnya ia dengan musibah yang dihadapi. Bercak-bercak mem-buram-kan matanya ia anggap sebagai warna yang mempesona. Dan juga, sebelah matanya yang lain menyadari bahwa gelap adalah teman setia dari waktu-waktu yang hilang.

Mata-ku memang sudah buram karena minus. Kacamata menjadi teman setia-ku yang selalu membantu-ku melihat dunia ciptaan Tuhan yang begitu indah ini. Melihat bisa, tapi buram. Kacamata mencerahkan semuanya, meski masih terbatas. Benar-benar sempurna Tuhan menciptakan penglihatan untuk hambanya, hanya saja aku manusia bodoh ini tak mau menjaga dan merawatnya, hingga makin menurun kualitas terbaik yang Tuhan berikan pada mata-ku.

Lanjut cerita tentang bercak di mata-ku. Aku-pun memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter mata di klinik khusus mata di Bandung. Aku-pun diperiksa. Mata-ku dipegang-pegang oleh dokter tua yang rambutnya sudah kusam memutih. Meski sudah tua, aku rasa penglihatan dia lebih baik dari penglihatan-ku. Dia mengatakan bahwa bercak ini adalah biasa, tak menyebabkan kebutaan. Ini hanya infeksi yang bisa diobati dengan obat tetes khusus dari klinik itu.

Aku diberikan obat tetes mata. Ada 2 jenis dan harus di teteskan tiap satu jam sekali. Satu jam, obat tetes jenis pertama dan satu jam kemudian obat tetes kedua. Cukup menyiksa sebenarnya. Tapi demi kesembuhan aku harus melakukannya.

Dan, mata-ku selalu berkaca-kaca ketika mendengar lagu Sebelah Mata. Aku pernah merasakan bercak yang muncul di mata. Setelah mendengar lagu Sebelah Mata dari Efek Rumah Kaca, aku benar-benar merasa, bercak saat itu benar-benar mempesona. Huh, andai saja lagu ini sudah aku dengar ketika itu, mungkin panik dan ketakutan yang berlebih tak akan muncul dalam diriku.

Sekian dulu deh, aku pusing mau lanjutin apa. Ga bagus juga sih tulisannya. Yah, namanya juga catatan harian manusia bodoh yang perlu banyak belajar. Jadi suka-suka deh, kan catatan harian. ehehehe

Semoga ada manfaatnya, ehehehe

email: cp.dayatpiliang@gmail.com

sumber gambar: nationaaltraineeevent.nl

You Might Also Like

0 komentar

Silahkan berikan komentarmu

Powered by Blogger.