Menangis Mendengar Lagu Syukur

Syukur Aku, adalah orang yang gampang sekali mewek ketika melihat adegan sedih di drama korea, atau kejadian-kejadian yang terjadi terli...

Syukur
Aku, adalah orang yang gampang sekali mewek ketika melihat adegan sedih di drama korea, atau kejadian-kejadian yang terjadi terlihat oleh mata-ku. Seperti melihat kehidupan seseorang yang begitu miris kisahnya, atau mendengar sebuah lantunan lagu dengan lirik mendalam berkumandang dengan tenang dan syahdu. Tapi, untuk masalah yang aku hadapi sendiri, tentang keluarga yang broken home atau tentang kisah yang menyedihkan yang aku alami lainnya, tak pernah bersedih untuk itu. Entahlah, kenapa bisa terjadi.

Belakangan ini, aku sedang asik mendengarkan playlist Lagu Nasional di pemutar musik yang sangat terkenal, Spotify. Lagu yang paling sering aku dengar ialah lagu Syukur karya H. Mutahar. Lagu ini, selalu berhasil membuatku mewek pada lirik bagian kedua yang berbunyi;

Dari yakin-ku teguh 
Cinta ikhlas-ku penuh
Akan jasa usaha
Pahlawan-ku yang baka
Indonesia merdeka
Syukur aku hanjukkan
Ke bawah duli Tuhan

Bagian lirik ini, menembus dalam hati-ku, hingga syaraf khayalku terbang membayangkan beratnya perjuangan para pahlawan yang telah berhasil membuat Indonesia ini merdeka dari para penjajah terkutuk yang menyiksa dan menindas rakyat-rakyat hingga membuat sengsara.

Aku menangis, tak sanggup aku bendung air mata yang ingin segera menjatuhkan diri membasahi pipi. Dan tak lupa pula, syukur secara otomatis terucap dalam hati. Kepada Tuhan-ku, mengucapkan syukur yang benar-benar tulus dari hati paling dalam. Berterima kasih karena negeri ini sudah merdeka dan rakyat yang hidup di zaman kini tak perlu lagi merasakan penderitaan yang dialami para pahlawan kita.

Ya walaupun sebagian rakyat Indonesia masih hidup dengan penderitaan dijajah oleh bangsa sendiri. Tapi, di luar dari itu, kita tetap harus mengucap syukur sebesar-besarnya pada Tuhan karena telah merestui permintaan para pahlawan kita yang berjuang sangat keras memerdekakan Indonesia. Mereka, para pahlawan kita memohon pada Tuhan dengan cara yang berbeda sesuai dengan keyakinan mereka masing-masing.

Indah bukan, mereka dari berbagai suku, golongan dan agama. Tak hanya satu saja. Namun, mereka bersatu, karena memang mereka punya satu tujuan, yaitu kemerdekaan Indonesia.

Semoga Indonesia tak ribut lagi. Dan aku rasa, mereka yang suka ribut di social media, mengeluhkan tentang Indonesia, harus banyak-banyak mendengarkan lagu-lagu Nasional dan meresapi tiap lirik-lirik yang di rangkai dengan sedemikian rupa ciamiknya dengan makna yang sangat dalam. Karena dibuat dari sebuah kenangan penderitaan yang pernah dialami. Mereka harus banyak mendengar lagu Nasional agar lebih sadar, bahwa keributan yang selama ini dilakukan, hanya sebuah kesia-siaan yang akan menghancurkan.

Ada satu lagi perasaan-ku ketika mendengar lagu ini. Aku yakin, kita yang berbeda-beda ini bisa bersatu kembali. Aku merasakan getaran itu ketika mendengarkan lagu ini. Hati-ku menjadi lebih lunak dan lebih mementingkan Indonesia daripada mementingkan kepentingan pribadi atau golongan.

Agama bagaimana? tak usah kita bahas di sini. Hanya akan menciptakan keributan. Cukup agama menjadi sebuah keyakinan dalam hati dengan segala perintah Tuhan dijalani. Tenangkan hati. Jalani perintah agama-mu dengan penuh kedamaian tanpa mengusik perbedaan. Tunjukkan saja akhlak baik yang diajarkan agama, tak perlu kau teriak-teriakkan agama-mu paling benar, agama-mu harus lebih dianggap dan membandingkan minoritas atau mayoritas.

Sebagai penutupan dari tulisan ini, aku yang tak bisa menciptakan pesan moral hanya ingin mengatakan. Bersyukurlah kita tak merasakan perjuangan berat para pahlawan yang mungkin sepanjang hidupnya tak pernah merasakan ketenangan hidup seperti yang kita alami saat ini.

Tulisan ini bukan peringatan kemerdekaan Indonesia, lah juga udah telah banget.

Sekian cacatan-ku, semoga catatan ini bisa aku baca dan aku kenang di hari tua nanti.

Sumber gambar: surabayaspot.com

You Might Also Like

3 komentar

  1. Sblm dayat, tp lbh dulu presiden 1 kita yg menangis saat di berikan teks lagu tsb oleh bpk H Mutahar. Lalu sy jg menangis saat membaca kisah tsb di sebuah situs. Kita hanya tggl membangun Indonesia yg kita cintai ini, tp sy lbh menangis saat generasi2 muda kita di rusak oleh org2 yg tak bertanggung jwb dgn narkoba. Ya Allah, sadarkanlah mrka. Aamiin. Oiya, saya suka skali mmbaca postingan2mu, tp hari ini sy tergelitik utk mengomentari. Trimaksh dan terus menginspirasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, iya, aku pun yakin, pasti semua petinggi negara saat itu juga menangis membaca lirik lagunya, apalagi pas lagu ini dikumandangkan. Air mata tak sanggup terbendung lagi.

      Dan terima kasih juga ya mba sudah mau meluangkan waktunya membaca tulisan-tulisan aku yang sepertinya sedekit kali manfaatnya. hehe

      Delete
  2. Sblm dayat, tp lbh dulu presiden 1 kita yg menangis saat di berikan teks lagu tsb oleh bpk H Mutahar. Lalu sy jg menangis saat membaca kisah tsb di sebuah situs. Kita hanya tggl membangun Indonesia yg kita cintai ini, tp sy lbh menangis saat generasi2 muda kita di rusak oleh org2 yg tak bertanggung jwb dgn narkoba. Ya Allah, sadarkanlah mrka. Aamiin. Oiya, saya suka skali mmbaca postingan2mu, tp hari ini sy tergelitik utk mengomentari. Trimaksh dan terus menginspirasi.

    ReplyDelete

Silahkan berikan komentarmu

Powered by Blogger.