Skenario Cinta-Ku

Skenario Cinta Berkali-kali aku salah mencintai. Entah kenapa hati, suka sekali mencintai seseorang yang tak mencintai dirinya. Men...

Skenario Cinta


Berkali-kali aku salah mencintai. Entah kenapa hati, suka sekali mencintai seseorang yang tak mencintai dirinya. Mengapa hati? Apakah kau senang tersakiti seperti ini? Apakah kau tak letih dengan rasa sakit ini? Semakin mencinta, semakin perih rasa sakitnya.

Di atas tadi hanya sedikit intro saja...
Sedikit curahan isi hati...
Yang perlu di ungkapkan agar lega...

Beruntungnya aku, diberikan imajinasi liar tanpa batas. Aku bisa membayangkan apapun yang aku mau dan aku bisa membayangkan apa yang orang lain tak bisa bayangkan. Tapi, untuk menuangkan imajinasi ke dalam tulisan, aku belum tau apakah bisa. Karena biasanya, ada yang bisa dituangkan, ada juga yang hanya imajinasi dalam kepala dan sulit sekali menuangkannya dalam tulisan-ku yang sederhana.

Untuk cerita cinta, aku punya imajinasi tersendiri. Bahkan aku ingin membuat sebuah skenario untuk perjalanan kisah cinta-ku. Aku akan ciptakan adegan-adegan yang akan membahagiakan pasangan hidup-ku nanti. Entah siapa orangnya, yang penting adalah aku akan menyiapkan adegan demi adegan itu dengan baik dalam skenario dan dalam peranan-ku nantinya jika seseorang itu telah ada bersama-ku.

Tidak hanya adegan yang akan membahagiakan pasangan hidup-ku. Aku juga akan membuat beberapa skenario bagaimana cara aku dan pasangan hidup-ku tetap bertahan dengan cinta yang kiranya semakin lama umurnya mungkin bisa jadi kadaluarsa. Bagaimana cara merawat cinta yang sudah dibangun dengan senang hati atau juga ada beberapa masalah dalam proses pembangunan istana cinta itu.

Memang gila! Aku, ketika aku mencintai seorang wanita, aku langsung terbang ke masa depan. Tapi sebelumnya aku yakinkan dulu diri-ku. Apakah wanita itu benar-benar aku cinta? Ataukah hanya sebatas rasa kagum semata pada satu makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Aku membayangkan. Begini.

Tidak lama belakangan ini, aku mencintai seorang wanita. Latar belakangnya ialah fashion designer. Aku bertemu dengannya di tempat kerja. Saat itu, dia menjadi junior di kantor-ku. Meski usianya lebih tua dari-ku, entah kenapa aku tertarik padanya. Beda usia kami 6 tahunan.

Awal bertemu, aku sudah naksir padanya. Sepertinya, wanita ini unik dan lucu juga. Aura kenyamanan langsung terpancar dan aku bisa merasakannya. Dia lucu kekanak-kanakan dan sekaligus punya sisi ke ibu-an. Lelaki mana yang tak nyaman dengan wanita seperti itu? Eh, kau tak nyaman dengan yang seperti itu? Oh, bisa jadi ini hanya karena  selera-ku saja sih, bukan selera lelaki pada umumnya.

Singkatnya, wanita itu mulai bekerja. Dan aku sedikit bahagia mendengar kabar bahwa wanita itu berstatus Single. Tapi, aku masih perlu waktu beberapa hati tuk meyakinkan diri-ku. Apakah ini cinta, atau hanya rasa kagum semata.

Perlu diketahui, dalam hati-ku saat itu, sebenarnya masih ada seorang wanita yang sudah aku cintai ketika aku masih duduk di bangku SMA. Annisa Ayu Anindhya namanya. Kisah cinta bersama Annisa mungkin bagi sebagian orang tak terlalu spesial, tapi entah mengapa aku sulit melupakannya. Sejak duduk di bangku kelas 2 SMA aku sudah mulai suka padanya. Hingga, tahun 2016 ini masih saja ada rasa padanya.

Perlahan, fokus pada Annisa yang selalu aku rindukan, malah teralihkan dengan satu wanita. Kami mulai berbaur menjadi satu. Antara karyawan lama dan baru. Semakin lama semakin akrab. Orang-orang yang bekerja di bagian kreatif emang harus lebih gampang akrab dan menghindari saling sikut antar tim. Mungkin di luaran ada yang saling sikut. Tapi Alhamdulillah sekali, di tempat aku bekerja tak ada yang seperti itu. Dan semoga memang tak akan ada yang seperti itu.

Datangnya wanita itu, langsung mengalihkan pandanganku.

Beberapa kali aku sempat menaksir wanita lain karena aku merasa harus melupakan Annisa. Ini sudah dua tahun berlalu. Aku harus bangkit dari jerat kenangan masa lalu. Tapi sayangnya, itu bukan cinta yang sesungguhnya. Itu hanyalah sebatas rasa kagum semata pada makhluk cantik ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, cuma suka dari jauh saja, ketika berbaur aku merasa tak ada kecocokan dan tak merasa nyaman.

Tapi, wanita itu. Wanita baru yang hadir menjadi warna baru di kantor-ku. Berhasil mengalihkan pandanganku. Ketika aku fokus beberapa minggu memikirkan, memastikan dan membuktikan apakah ini rasa cinta yang sebenarnya ataukah hanya kekaguman semata, sambil membayangkan masa depan aku dan dia bagaimana nantinya. Apakah bisa cocok atau tidak. Dan aku merasa percaya diri, mengambil kesimpulan, COCOK!.

Dari pembuktian-ku bahwa ini adalah rasa cinta yang sebenarnya. Aku mulai merangkai skenario yang akan aku mainkan dalam cerita hidupku nanti bersamanya. Aku mulai merancang adegan-adegan dan apa yang akan kami lakukan ketika kami berumah tangga. Misalnya, karena latar belakangnya adalah fashion designer dan aku digital marketing yang insyaallah menguasai sebagian pasar muslim, aku merancang skenario tuk membangun bisnis bersamanya. Dia sebagai designer pakaian muslim dan aku yang akan mempublikasikannya ke publik agar publik membeli. Aku bikin strategi pemasaran online, aku branding dengan sebaik-baiknya. Dan kami berdua bagi-bagi tugas melayani pembeli via chat.

Itu satu dari sekian banyak skenario yang aku buat bila aku jatuh cinta pada seorang wanita yang telah dibuktikan keabsahaannya. Intinya sih bukan rasa kagum semata. Semua perlu dibuktikan. Karena, pria memang begitu. Kadang suka dengan seorang wanita sebetulnya bukan cinta, hanya rasa kagum semata, naksir saja. Selebihnya, tak mau diseriusin karena memang tak ada bayangan kesana. Hanya sebatas rasa suka yang bisa hilang kapan saja.
Aku punya banyak skenario yang akan dimainkan berdua dengan kekasih-ku nanti. Bagaimana kami hidup dan merealisasikan apa yang telah kami rencanakan. Pencapaian yang harus kami capai tiap tahunnya.

Banyak pokoknya. Tak mungkin bisa aku tuliskan dalam satu postingan ini. 
Dan aku juga bingung ke mana arah tulisan ini. 

Informasi terupdate (buat yang kepo), kemungkinan aku tak akan jadi hidup bersama wanita di atas. Karena dia telah membuat keputusan tuk bersama pria lain. Memang, dia ternyata sudah punya seseorang di hatinya. Aku hanya terlambat mengungkapkannya. Ga tau juga sih kalau ga terlambat apakah aku bisa mendapatkan hatinya. Apakah hatinya bisa tertaut dengan hati-ku. Yang jelas, sampai saat ini, aku dan dia tetal menjalin hubungan baik. Kita sudah bicara berdua bagaimana ke depannya kita menjalani hidup. Aku akan menghormati keputusannya dan dia akan menghargai perasaan-ku padanya.


You Might Also Like

1 komentar

  1. HEMM.. Memang resiko dari mencintai adalah tersakiti dan resiko untuk dicintai adalah menyakiti. Jodoh memang perlu dicari namun sejauh apapun ia kalau ia memang jodohmu pasti Allah akan dekatkan dia untukmu bang hehe... Semangatt!!

    ReplyDelete

Silahkan berikan komentarmu

Powered by Blogger.